Selasa, 02 Juli 2013
kemiskinan dan pengangguran
MAKALAH KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN
BAB l
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Tujuan akhir pembangunan nasional adalah “mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Karena ini merupakan sila terakhir pancasila, maka kita selalu menekankan bahwa setiap upaya pembangunan harus selalu merupakan upaya pengamalan pancasila. Mengamalkan pancasila sebagai ideologi bangsa berarti bahwa setiap sila harus dapat kita amalkan yaitu: sila pertama dan kedua sebagai landasan moralnya, sila ketiga dan sila keempat sebagai cara atau metode kerjanya, dan sila kelima sebagai tujuan akhir dari pengamalannya.
Tidak diragukan bahwa pembangunan nasional kita dewasa ini memang masih belum sampai pada tujuan akhir yaitu keadilan sosial, karena kemakmuran (nominal) masyarakat yang meskipun rata-rata sudah meningkat 10-15 kali dalam periode hamper 30 tahun, belum dinikmati oleh semua orang secara benar-benar merata. Bahkan ada ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang besar antara mereka yang kaya, yang sudah mampu menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang tinggi, dengan mereka yang masih pada tahap rata-rata atau bahkan dibawah rata-rata. Dan di bawah tingkat pendapatan rata-rata ini masih cukup banyak warga bangsa kita yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Demokrasi ekonomi bukanlah sekedar cara mengatur sistem perekonomian tetapi sekaligus pada tercapainya hasil akhir pelaksanaan sistem ekonomi (yang berdasar atas asas) kekeluargaan. Artinya, pelaksanaan sistem ekonomi kekeluargaan yang bermoral pancasila harus menghasilkan kemakmuran masyarakat seluruhnya secara merata. Inilah yang dimaksud dengan kesejahteraan sosial. Masyarakat sejahtera adalah masyarakat yang makmur dan sekaligus pembagiannya merata (adil dan makmur).
Penilaian atas keberhasilan pembangunan nasional kita dapat dilakukan dengan mengadakan penilaian atas keberhasilan pelaksanaan Trilogo Pembangunan yaitu pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional. Namun pada kenyataannya masalah-masalah seperti kemiskinan dan pengangguran atau kesempatan kerja belum dapat di atasi dengan baik oleh pemerintah.
Dalam undang-undang telah disebutkan bahwa sistem perekonomian berdasar atas asas kekeluargaan, yang berarti bahwa sumber daya alam yang merupakan“pokok-pokok
kemakmuran rakyat” dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Banyak program-program yang sudah dilakukan pemerintah namun masalah-masalah terutama masalah ekonomi belum juga dapat teratasi dengan baik.
Melihat masalah-masalah diatas penulis tertarik untuk membuat tugas akhir dengan judul “mengentaskan masalah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia”.
Tujuan akhir pembangunan nasional adalah “mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Karena ini merupakan sila terakhir pancasila, maka kita selalu menekankan bahwa setiap upaya pembangunan harus selalu merupakan upaya pengamalan pancasila. Mengamalkan pancasila sebagai ideologi bangsa berarti bahwa setiap sila harus dapat kita amalkan yaitu: sila pertama dan kedua sebagai landasan moralnya, sila ketiga dan sila keempat sebagai cara atau metode kerjanya, dan sila kelima sebagai tujuan akhir dari pengamalannya.
Tidak diragukan bahwa pembangunan nasional kita dewasa ini memang masih belum sampai pada tujuan akhir yaitu keadilan sosial, karena kemakmuran (nominal) masyarakat yang meskipun rata-rata sudah meningkat 10-15 kali dalam periode hamper 30 tahun, belum dinikmati oleh semua orang secara benar-benar merata. Bahkan ada ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang besar antara mereka yang kaya, yang sudah mampu menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang tinggi, dengan mereka yang masih pada tahap rata-rata atau bahkan dibawah rata-rata. Dan di bawah tingkat pendapatan rata-rata ini masih cukup banyak warga bangsa kita yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Demokrasi ekonomi bukanlah sekedar cara mengatur sistem perekonomian tetapi sekaligus pada tercapainya hasil akhir pelaksanaan sistem ekonomi (yang berdasar atas asas) kekeluargaan. Artinya, pelaksanaan sistem ekonomi kekeluargaan yang bermoral pancasila harus menghasilkan kemakmuran masyarakat seluruhnya secara merata. Inilah yang dimaksud dengan kesejahteraan sosial. Masyarakat sejahtera adalah masyarakat yang makmur dan sekaligus pembagiannya merata (adil dan makmur).
Penilaian atas keberhasilan pembangunan nasional kita dapat dilakukan dengan mengadakan penilaian atas keberhasilan pelaksanaan Trilogo Pembangunan yaitu pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional. Namun pada kenyataannya masalah-masalah seperti kemiskinan dan pengangguran atau kesempatan kerja belum dapat di atasi dengan baik oleh pemerintah.
Dalam undang-undang telah disebutkan bahwa sistem perekonomian berdasar atas asas kekeluargaan, yang berarti bahwa sumber daya alam yang merupakan“pokok-pokok
kemakmuran rakyat” dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Banyak program-program yang sudah dilakukan pemerintah namun masalah-masalah terutama masalah ekonomi belum juga dapat teratasi dengan baik.
Melihat masalah-masalah diatas penulis tertarik untuk membuat tugas akhir dengan judul “mengentaskan masalah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia”.
Pemerintah harus lebih tanggap dalam mengatasi masalah ekonomi
yang selama ini melilit bangsa Indonesia. Masalah-masalah seperti ini haruslah
di atasi secara langsung dengan bersosialisasi dengan rakyat secara langsung.
Tidak hanya bergantung pada orang-orang yang telah dipercaya untuk mengatasi
masalah ekonomi Negara, namun juga harus dilakukan peninjauan secara langsung
mengenai proyek atau program yang akan dilaksanakan.
Di Indonesia banyak sekali jumlah pengangguran bahkan sarjana sekalipun juga banyak yang menganggur. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah seharusnya dapat dimanfaaatkan dengan tepat guna, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun golongan.
Pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia memerlukan komitmen yang sangat tinggi dan jangka waktu yang panjang. Proses pengembangan itu merupakan proses pemberdayaan yang sangat sulit, harus dilakukan secara bertahap dan diikuti oleh semua yang terlibat, terutama para peserta yang dibangun, tanpa bisa diwakilkan. Karena kualitas keluarga indonesiayang relative rendah, maka pemberdayaan SDM itu dilakukan dengan pertama-tama, atau minimal sekaligus, memberdayakan keluarga sebagai lembaga yang pertama dan utama dari setiap insan anggotanya. Dalam proses pengembangan anggota keluarganya, maka keluarga akan memegang peranan yang sangat menentukan.
Di Indonesia banyak sekali jumlah pengangguran bahkan sarjana sekalipun juga banyak yang menganggur. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah seharusnya dapat dimanfaaatkan dengan tepat guna, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun golongan.
Pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia memerlukan komitmen yang sangat tinggi dan jangka waktu yang panjang. Proses pengembangan itu merupakan proses pemberdayaan yang sangat sulit, harus dilakukan secara bertahap dan diikuti oleh semua yang terlibat, terutama para peserta yang dibangun, tanpa bisa diwakilkan. Karena kualitas keluarga indonesiayang relative rendah, maka pemberdayaan SDM itu dilakukan dengan pertama-tama, atau minimal sekaligus, memberdayakan keluarga sebagai lembaga yang pertama dan utama dari setiap insan anggotanya. Dalam proses pengembangan anggota keluarganya, maka keluarga akan memegang peranan yang sangat menentukan.
B. RUMUSAN MASALAH
Seperti yang telah diuraikan pada latar belakang di
atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut ;
1. Apa definisi kemiskinan dan pengangguran?
2. Bagaimana keadaan kemiskinan dan pengangguran
di Indonesia?
3. Apa yang menjadi masalah kemiskinan dan
pengangguran di Indonesia?
4. Program apakah yang harus dilakukan pemerintah untuk
mengentaskan masalah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia?
BAB ll
PEMBAHASAN
A. Definisi Kemiskinan dan Pengangguran
PEMBAHASAN
A. Definisi Kemiskinan dan Pengangguran
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan
untuk memenuhi kebutuhan seperti makanan, pakaian, tempat berlindung,
pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat
pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah
ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lain melihatnya dari segi
moral dan evaluative, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang
telah mapan.
Sedangkan pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja yang tidak bekerja baik dalam arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan dalam arti mempunyai kegiatan aktif dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Kemiskinan memang menjadi problem serius yang membelit bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Ketimpangan ekonomi, tingkat pendidikan yang rendah, serta penguasaan aset-aset ekonomi oleh kalangan tertentu, adalah sebagian penyebab kemiskinan. Pertanyaan sekarang, apa yang bisa dilakukan pemerintah maupun perusahaan untuk mengurangi angka kemiskinan? Mampukah program tanggung jawab sosial pemerintah maupun perusahaan menjadi salah satu solusi penting dalam upaya mengurangi angka kemiskinan?. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran adalah tugas semua pemangku kepentingan (stakeholder), yaitu pemerintah termasuk pemda, perusahaan, masyarakat, akademisi, dan lain-lain sebagainya. Program ini akan berjalan efektif jika semua pihak duduk bersama tanpa ada kecurigaan. Yang selama ini terjadi, kurang adanya koordinasi diantara lembaga-lembaga tersebut. Setiap departemen pemerintah, mempunyai program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Namun tidak ada koordinasi yang jelas. Akibatnya mereka seakan berjalan sendiri-sendiri. Kalau ada yang mengkoordinir, seperti perusahaan holding misalnya, maka hasilnya akan lebih efektif.
Untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran, yang perlu dilakukan adalah memberdayakan masyarakat. Ini akan lebih efektif dibandingkan hanya memberikan bantuan yang sifatnya sesaat. Yang dibutuhkan adalah pemberian akses kepada masyarakat tersebut. Ini kurang dilakukan pemerintah, pemerintah perlu diberi akses kepada masyarakat dibanding ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya. Mereka harus dibantu untuk bisa mencari makan sendiri. Jadi jangan hanya diberi makan. Intinya adalah buatlah program-program pemberdayaan yang berkesinambungan.
Sedangkan pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja yang tidak bekerja baik dalam arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan dalam arti mempunyai kegiatan aktif dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Kemiskinan memang menjadi problem serius yang membelit bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Ketimpangan ekonomi, tingkat pendidikan yang rendah, serta penguasaan aset-aset ekonomi oleh kalangan tertentu, adalah sebagian penyebab kemiskinan. Pertanyaan sekarang, apa yang bisa dilakukan pemerintah maupun perusahaan untuk mengurangi angka kemiskinan? Mampukah program tanggung jawab sosial pemerintah maupun perusahaan menjadi salah satu solusi penting dalam upaya mengurangi angka kemiskinan?. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran adalah tugas semua pemangku kepentingan (stakeholder), yaitu pemerintah termasuk pemda, perusahaan, masyarakat, akademisi, dan lain-lain sebagainya. Program ini akan berjalan efektif jika semua pihak duduk bersama tanpa ada kecurigaan. Yang selama ini terjadi, kurang adanya koordinasi diantara lembaga-lembaga tersebut. Setiap departemen pemerintah, mempunyai program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Namun tidak ada koordinasi yang jelas. Akibatnya mereka seakan berjalan sendiri-sendiri. Kalau ada yang mengkoordinir, seperti perusahaan holding misalnya, maka hasilnya akan lebih efektif.
Untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran, yang perlu dilakukan adalah memberdayakan masyarakat. Ini akan lebih efektif dibandingkan hanya memberikan bantuan yang sifatnya sesaat. Yang dibutuhkan adalah pemberian akses kepada masyarakat tersebut. Ini kurang dilakukan pemerintah, pemerintah perlu diberi akses kepada masyarakat dibanding ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya. Mereka harus dibantu untuk bisa mencari makan sendiri. Jadi jangan hanya diberi makan. Intinya adalah buatlah program-program pemberdayaan yang berkesinambungan.
Pembangunan di bidang ekonomi yang dijalankan oleh
pemerintah pada dewasa ini di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, industri
dan pertambangan, hakekatnya ditujukan selain untuk mendorong terjadinya
pertumbuhan ekonomi, juga dimaksudkan untuk mengatasi pengangguran dan
kemiskinan. Seharusnya tidak semua masalah kemiskinan menjadi tanggung jawab
pemerintah. Rasanya tidak fair kalau seluruhnya dibebankan hanya kepada
pemerintah. Masyarakat, terutama golongan yang mampu juga secara sukarela
diharapkan dapat berkontribusi mengatasi masalah kemiskinan yang terjadi di
negeri ini.
Progam mengatasi kemiskinan yang paling murah adalah si kaya membantu si miskin atau si pandai membantu yang bodoh. Idealisme dan pengorbanan yang diperlukan untuk mengatasi kemiskinan di negeri ini bukan sesuatu yang berada di menara gading dan bukan pula yang diada-adakan. Idealisme dan pengorbanan tersebut sesungguhnya adalah sebuah realita yang sudah terjadi di masyarakat.
Progam mengatasi kemiskinan yang paling murah adalah si kaya membantu si miskin atau si pandai membantu yang bodoh. Idealisme dan pengorbanan yang diperlukan untuk mengatasi kemiskinan di negeri ini bukan sesuatu yang berada di menara gading dan bukan pula yang diada-adakan. Idealisme dan pengorbanan tersebut sesungguhnya adalah sebuah realita yang sudah terjadi di masyarakat.
B. Penyebab Masalah Pengangguran Dan Kemiskinan
Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja
sama sekali sedang mencari kerja, bekerja kurang dari 2 hari dalam seminggu
atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan. Pengangguran umumnya
disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan
pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran sering kali menjadi masalah
dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan
pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya
kemiskinan dan masalah-masalah lainnya.
Dinegara-negara berkembang seperti Indonesia dikenal istilah pengangguran terselubung, dimana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga sedikit dilakukan oleh lebih banyak orang. Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar pendapatanrelatif rendah dan kurang merata. Sebaliknya pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan, pendidikan anggota keluarganya.
Pengangguran di Indonesia terjadi disebabkan antara lain yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga karena efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja disebabkan antara lain; perusahaan menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor impor.
Padahal perang melawan kemiskinan sudah ditabuh sejak lama di negri ini. Di Orde Baru misalnya, pemerintah menggalangberbagai sarana dan cara untuk mengatasi kemiskinan. Pembangunan fisik digenjot diberbagai bidang, pertumbuhan ekonomi menjadi fokus perhatian, investasi asing digalakkan, berbagai jenis skema kredit investasi kecil dan kredit
modal kerja digelar, bahkan hutang luar negri pun ditempuh sebagai altrnatif untuk menopang idea of progress bernama pembangunan.
Akan tetapi karena keberpihakan ideologis pemerintah tidak jelas, pembangunan ala Orde Baru itu tidak bisa sepenuhnya bisa dirasakan rakyat lapis bawah. Masalahnya sekarang apakah para elite, politisi, dan birokrat kita mempunyai keberpihakan ideologis untuk melawan kemiskinan? Adakah komitmen tegas dari para penentu kebijakan Negara untuk memberantas KKN secara radikal? Jika Negara tidak sanggup menyatakan perang terhadap kemiskinan, gagal dalm memerangi korupsi, dan tetap malas melaksanakan agenda reformasi sebagai perintah konstitusi maka kemiskinan bangsa mungkin akan menjadi simbol abadi negeri ini.
Dinegara-negara berkembang seperti Indonesia dikenal istilah pengangguran terselubung, dimana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga sedikit dilakukan oleh lebih banyak orang. Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar pendapatanrelatif rendah dan kurang merata. Sebaliknya pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan, pendidikan anggota keluarganya.
Pengangguran di Indonesia terjadi disebabkan antara lain yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga karena efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja disebabkan antara lain; perusahaan menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor impor.
Padahal perang melawan kemiskinan sudah ditabuh sejak lama di negri ini. Di Orde Baru misalnya, pemerintah menggalangberbagai sarana dan cara untuk mengatasi kemiskinan. Pembangunan fisik digenjot diberbagai bidang, pertumbuhan ekonomi menjadi fokus perhatian, investasi asing digalakkan, berbagai jenis skema kredit investasi kecil dan kredit
modal kerja digelar, bahkan hutang luar negri pun ditempuh sebagai altrnatif untuk menopang idea of progress bernama pembangunan.
Akan tetapi karena keberpihakan ideologis pemerintah tidak jelas, pembangunan ala Orde Baru itu tidak bisa sepenuhnya bisa dirasakan rakyat lapis bawah. Masalahnya sekarang apakah para elite, politisi, dan birokrat kita mempunyai keberpihakan ideologis untuk melawan kemiskinan? Adakah komitmen tegas dari para penentu kebijakan Negara untuk memberantas KKN secara radikal? Jika Negara tidak sanggup menyatakan perang terhadap kemiskinan, gagal dalm memerangi korupsi, dan tetap malas melaksanakan agenda reformasi sebagai perintah konstitusi maka kemiskinan bangsa mungkin akan menjadi simbol abadi negeri ini.
C. Program Pemerintah Dalam Mengatasi Kemiskinan Dan
Pengangguran.
Krisis ekonomi saat ini telah menggugah pemerintah dan berbagai lembaga pembangunan internasional seperti Bank Dunia dan lain-lain untuk berperan aktif mengentaskan kemiskinan dan pengagguran rakyat melalui berbagai program baru seperti padat karya. Jaring pengaman sosial/JPS (Social Safety Net), proyek penanggulangan kemiskinan diperkotaan (Urban Poverty Crisis Alleviation), program untuk anak jalanan, dan masih banyak bantuan-bantuan dari pemerintah kepada rakyat, seperti BLT (bantuan langsung tunai) , BOS (bantuan operasional sekolah) yang dilakukan untuk mengatasi masalah pendidikan di Indonesia, karena anak-anak Indonesia diwajibkan mengenyam pendidikan minimal 9 tahun yang biasanya dikenal sebagai wajib belajar 9 tahun.
Koperasi banyak di dirikan oleh pemerintah di daerah-daerah dengan tujuan agar rakyat mampu membuat usaha mikro ataupun makro dilingkungan tempat tinggalnya. Selain itu program yang lain yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan memberikan JAMPERSAL (jaminan persalinan) diberbagai puskesmas dengan tujuan untuk memudahkan proses persalinan pada warga yang kurang mampu. Pemerintah juga memberlakukan program KB dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kepadatan penduduk di Indonesia. Dan masih banyak lainnya program yang diberikan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ekonomi terutama mengenai masalah kemiskinan dan pengangguran yang merupakan masalah yang sulit untuk diberantas.
Krisis ekonomi saat ini telah menggugah pemerintah dan berbagai lembaga pembangunan internasional seperti Bank Dunia dan lain-lain untuk berperan aktif mengentaskan kemiskinan dan pengagguran rakyat melalui berbagai program baru seperti padat karya. Jaring pengaman sosial/JPS (Social Safety Net), proyek penanggulangan kemiskinan diperkotaan (Urban Poverty Crisis Alleviation), program untuk anak jalanan, dan masih banyak bantuan-bantuan dari pemerintah kepada rakyat, seperti BLT (bantuan langsung tunai) , BOS (bantuan operasional sekolah) yang dilakukan untuk mengatasi masalah pendidikan di Indonesia, karena anak-anak Indonesia diwajibkan mengenyam pendidikan minimal 9 tahun yang biasanya dikenal sebagai wajib belajar 9 tahun.
Koperasi banyak di dirikan oleh pemerintah di daerah-daerah dengan tujuan agar rakyat mampu membuat usaha mikro ataupun makro dilingkungan tempat tinggalnya. Selain itu program yang lain yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan memberikan JAMPERSAL (jaminan persalinan) diberbagai puskesmas dengan tujuan untuk memudahkan proses persalinan pada warga yang kurang mampu. Pemerintah juga memberlakukan program KB dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kepadatan penduduk di Indonesia. Dan masih banyak lainnya program yang diberikan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ekonomi terutama mengenai masalah kemiskinan dan pengangguran yang merupakan masalah yang sulit untuk diberantas.
Kebijakan Pemerintah Dalam Menanggulangi Kemiskinan Di Indonesia
Berikut Ini Adalah Daftar Program-Program Pemerintah Dalam Menanggulangu kemiskinan Di Indonesia:
– Menaikan anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya
- Mendorong APBD provinsi, kabupaten dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk meningkatkan anggaran bagi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja
– Tetap mempertahankan program lama seperti:
a) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
b) RASKIN (Beras Miskin)
c) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
d) Asuransi Miskin, dsb
- Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga khususnya harga beras (antara lain: menjaga harga beras dipasaran tidak lebih dari Rp.5000,- per Kg)
- Memberikan kewenangan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan
- Sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan
- Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah
- Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan
- Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin
- Open Menu: kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri kegiatan pembangunan yang dipilih tetapi tidak tercantum dalam negative list
- Kompetitif: desa-desa dalam Kecamatan haus berkompetisi untuk memperbaiki kualitas kegiatan dan cost effectiveness
- PPK, P2KP, PPIP SPADA dan diperkuat program-program kementrian/lembaga
- Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan khusus untuk pendidikan dan kesehatan
- Program pemerintah lain yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat miskin kepada sumber permodalan usaha mikro dan kecil, listrik pedesaan, sertifikasi tanah, kredit mikro, dll.
- Program Pengembangan Bahan Bakar Nabati (EBN). Program ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian penyediaan energi terbaukan dengan menumbuhkan “Desa Mandiri Energi”.
- Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
- Percepatan pembangunan infrastruktur
- Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah terisolir
- Revitalisai pertanian, perikanan, kehutanan, dan perdesaan
- Peningkatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban, serta penyelesaian konflik
- Peningkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan
- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri)
Inilah Enam Program Pemerintah untuk Rakyat Miskin.
Berikut Ini Adalah Daftar Program-Program Pemerintah Dalam Menanggulangu kemiskinan Di Indonesia:
– Menaikan anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya
- Mendorong APBD provinsi, kabupaten dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk meningkatkan anggaran bagi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja
– Tetap mempertahankan program lama seperti:
a) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
b) RASKIN (Beras Miskin)
c) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
d) Asuransi Miskin, dsb
- Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga khususnya harga beras (antara lain: menjaga harga beras dipasaran tidak lebih dari Rp.5000,- per Kg)
- Memberikan kewenangan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan
- Sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan
- Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah
- Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan
- Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin
- Open Menu: kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri kegiatan pembangunan yang dipilih tetapi tidak tercantum dalam negative list
- Kompetitif: desa-desa dalam Kecamatan haus berkompetisi untuk memperbaiki kualitas kegiatan dan cost effectiveness
- PPK, P2KP, PPIP SPADA dan diperkuat program-program kementrian/lembaga
- Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan khusus untuk pendidikan dan kesehatan
- Program pemerintah lain yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat miskin kepada sumber permodalan usaha mikro dan kecil, listrik pedesaan, sertifikasi tanah, kredit mikro, dll.
- Program Pengembangan Bahan Bakar Nabati (EBN). Program ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian penyediaan energi terbaukan dengan menumbuhkan “Desa Mandiri Energi”.
- Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
- Percepatan pembangunan infrastruktur
- Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah terisolir
- Revitalisai pertanian, perikanan, kehutanan, dan perdesaan
- Peningkatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban, serta penyelesaian konflik
- Peningkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan
- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri)
Inilah Enam Program Pemerintah untuk Rakyat Miskin.
BAB lll
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan yang dapat dipetik dari masalah diatas adalah
sebagai berikut ;
1. Banyak program yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah perekonomian yakni mengenai masalah kemiskinan dan pengangguran namun pada kenyataannya hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan.
2. Banyak pengangguran yang ada di Indonesia karena kurangnya lapangan pekerjaan yang ada dan ketidaksesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia yang menyebabkan bertambahnya kemiskinan di Indonesia.
3. Pembangunan di bidang ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah pada dewasa ini di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, industri dan pertambangan, hakekatnya ditujukan selain untuk mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, juga dimaksudkan untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
4. Dampak pengangguran terhadap perekonomian suatu Negara tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu Negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakatdan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran disuatu Negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
1. Banyak program yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah perekonomian yakni mengenai masalah kemiskinan dan pengangguran namun pada kenyataannya hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan.
2. Banyak pengangguran yang ada di Indonesia karena kurangnya lapangan pekerjaan yang ada dan ketidaksesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia yang menyebabkan bertambahnya kemiskinan di Indonesia.
3. Pembangunan di bidang ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah pada dewasa ini di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, industri dan pertambangan, hakekatnya ditujukan selain untuk mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, juga dimaksudkan untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
4. Dampak pengangguran terhadap perekonomian suatu Negara tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu Negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakatdan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran disuatu Negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
Reference: Lilis oktaviani
Jumat, 11 Januari 2013
BADAN USAHA
BADAN USAHA
Bentuk – bentuk Badan usaha memiliki perbedaan karakteristik seperti:
• Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
• Besarnya resiko kepemilkikan
• Batas-batas pertanggungjawaban hutang-hutang perusahaan
• Cara pembagian keuntungan
Bentuk-Bentuk Badan Usaha
• Perusahaan Perseorangan
• Perseroan Komanditer
• Perseroan Terbatas
• Badan Usaha Milik Negara
• Koperasi
Perusahaan Perseorangan
Adalah perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang
Kelebihan Perusahaan Perseorangan
• Mudah dibentuk dan dibubarkan
• Bekerja dengan sederhana (relatif)
• Pengelolaannya sederhana (relatif)
• Tidak perlu kebijakan pembagian laba
Kelemahan Perusahaan Perseorangan
• Tangung jawab tidak terbatas
• Kemampuan manajemen terbatas (relatif)
• Sumber dana terbatas pada pemilik
• Resiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri
Perseroan Komanditer
Adalah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uannya untuk dipakai dalam persekutuan.
Sekutu dalam Perseroan Komanditer dibagi menjadi dua:
- Sekutu komplementer
- Sekutu komanditer
Sekutu Komplementer CV:
orang yang bersedia memimpin penaturan perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas kekayaan pribadinya.
Sekutu Komanditer CV
Sekutu yang mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.
Kelebihan Perseroan Komanditer
• Modal yang dikumpulkan relatif lebih banyak
• Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar
• Manajemen dapat didiversifikasikan
• Kesempatan untuk berkembang relatif lebih besar
Kelemahan CV:
• Tanggug jawab tidak terbatas (bagi sekutu komplementer)
• Kelangsungan hidup relatif kurang terjamin
• Relatif sulit untuk menarik kembali investasinya
Perseroan Terbatas
Adalah suatu badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak, serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik
Kebaikan PT :
• Kelangsungan hidup perusahaan relatif terjamin
• Terbatasnya tanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan resiko bagi kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik
• Saham dapat diperjual belikan dengan relatif mudah
• Kebutuhan modal yang lebih besar akan lebih mudah dipenuhi, sehingga memungkinkan perluasan-perluasan usaha
• Pengelolaan perusahaan dapat dilakukan dengan lebih efisien
Kelemahan PT:
• Rahasia tidak terjamin
• Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham
Sifat PT
• PT Terbuka
• PT Tertutup
BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
Adalah semua perusahaan dalam bentuk apapun dan bergerak dalam bidang usaha apapun yang sebagian atau seluruh modalnya merupakan kekayaan negara.
Contoh: Pelindo III, Indosat, Telkom, dll
Koperasi
Adalah suatu bentuk badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.
Prinsip Koperasi
• Keangotaan bersifat sukarela
• Pengelolaan dilakukan secara demokratis
• Pembagian sisa hasil usaha dilakukan berdasarkan jasa masing-masing anggota
• Kemandirian
Ciri tersendiri koperasi dibanding bentuk usaha yang lain
• Lebih mementingkan keangotaan
• Anggotanya bebas keluar masuk
• Merupakan badan hukum yang menjalankan usaha untuk kepentingan anggota
• Kekuasaan tertinggi di dalam rapat anggota
Pengelompokan Koperasi
• Koperasi Produksi
• Koperasi Konsumsi
• Koperasi Simpan Pinjam
• Koperasi Serba Usaha
Lembaga Keuangan
• Bank
• Lembaga keuangan bukan bank
BANK
Bank adalah badan usaha yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit guna meningkatkan taraf hidup masyarakat
Peranan Bank
• Dalam Negeri
Memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bentuk penyediaan dan pengelolaan uang, yang antara lain meliputi administrasi keuangan, perdagangan, perkreditan, kiriman uang dan pengawasannya
• Luar Negeri
Jembatan dalam lalu lintas devisa, moneter, dan perdagangan, pariwisata, dan transfer uang.
Lembaga Keuangan Bukan Bank
Merupakan badan yang melakukan kegiatan dibidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun serta memberikan pinjaman jangka menengah (1-5 th) dan jangka panjang
Jenis-jenis lembaga Keuangan bukan Bank
• Sewa Guna Usaha (Leasing)
• Lembaga Pembiayaan Konsumen
• Kartu Kredit
• Pialang Saham
Sumber : sengguruh.dosen.narotama.ac.id/files/.../PENGANTAR-BISNIS.ppt
Bentuk – bentuk Badan usaha memiliki perbedaan karakteristik seperti:
• Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
• Besarnya resiko kepemilkikan
• Batas-batas pertanggungjawaban hutang-hutang perusahaan
• Cara pembagian keuntungan
Bentuk-Bentuk Badan Usaha
• Perusahaan Perseorangan
• Perseroan Komanditer
• Perseroan Terbatas
• Badan Usaha Milik Negara
• Koperasi
Perusahaan Perseorangan
Adalah perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang
Kelebihan Perusahaan Perseorangan
• Mudah dibentuk dan dibubarkan
• Bekerja dengan sederhana (relatif)
• Pengelolaannya sederhana (relatif)
• Tidak perlu kebijakan pembagian laba
Kelemahan Perusahaan Perseorangan
• Tangung jawab tidak terbatas
• Kemampuan manajemen terbatas (relatif)
• Sumber dana terbatas pada pemilik
• Resiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri
Perseroan Komanditer
Adalah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uannya untuk dipakai dalam persekutuan.
Sekutu dalam Perseroan Komanditer dibagi menjadi dua:
- Sekutu komplementer
- Sekutu komanditer
Sekutu Komplementer CV:
orang yang bersedia memimpin penaturan perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas kekayaan pribadinya.
Sekutu Komanditer CV
Sekutu yang mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.
Kelebihan Perseroan Komanditer
• Modal yang dikumpulkan relatif lebih banyak
• Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar
• Manajemen dapat didiversifikasikan
• Kesempatan untuk berkembang relatif lebih besar
Kelemahan CV:
• Tanggug jawab tidak terbatas (bagi sekutu komplementer)
• Kelangsungan hidup relatif kurang terjamin
• Relatif sulit untuk menarik kembali investasinya
Perseroan Terbatas
Adalah suatu badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak, serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik
Kebaikan PT :
• Kelangsungan hidup perusahaan relatif terjamin
• Terbatasnya tanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan resiko bagi kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik
• Saham dapat diperjual belikan dengan relatif mudah
• Kebutuhan modal yang lebih besar akan lebih mudah dipenuhi, sehingga memungkinkan perluasan-perluasan usaha
• Pengelolaan perusahaan dapat dilakukan dengan lebih efisien
Kelemahan PT:
• Rahasia tidak terjamin
• Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham
Sifat PT
• PT Terbuka
• PT Tertutup
BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
Adalah semua perusahaan dalam bentuk apapun dan bergerak dalam bidang usaha apapun yang sebagian atau seluruh modalnya merupakan kekayaan negara.
Contoh: Pelindo III, Indosat, Telkom, dll
Koperasi
Adalah suatu bentuk badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.
Prinsip Koperasi
• Keangotaan bersifat sukarela
• Pengelolaan dilakukan secara demokratis
• Pembagian sisa hasil usaha dilakukan berdasarkan jasa masing-masing anggota
• Kemandirian
Ciri tersendiri koperasi dibanding bentuk usaha yang lain
• Lebih mementingkan keangotaan
• Anggotanya bebas keluar masuk
• Merupakan badan hukum yang menjalankan usaha untuk kepentingan anggota
• Kekuasaan tertinggi di dalam rapat anggota
Pengelompokan Koperasi
• Koperasi Produksi
• Koperasi Konsumsi
• Koperasi Simpan Pinjam
• Koperasi Serba Usaha
Lembaga Keuangan
• Bank
• Lembaga keuangan bukan bank
BANK
Bank adalah badan usaha yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit guna meningkatkan taraf hidup masyarakat
Peranan Bank
• Dalam Negeri
Memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bentuk penyediaan dan pengelolaan uang, yang antara lain meliputi administrasi keuangan, perdagangan, perkreditan, kiriman uang dan pengawasannya
• Luar Negeri
Jembatan dalam lalu lintas devisa, moneter, dan perdagangan, pariwisata, dan transfer uang.
Lembaga Keuangan Bukan Bank
Merupakan badan yang melakukan kegiatan dibidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun serta memberikan pinjaman jangka menengah (1-5 th) dan jangka panjang
Jenis-jenis lembaga Keuangan bukan Bank
• Sewa Guna Usaha (Leasing)
• Lembaga Pembiayaan Konsumen
• Kartu Kredit
• Pialang Saham
Sumber : sengguruh.dosen.narotama.ac.id/files/.../PENGANTAR-BISNIS.ppt
Bisnis Menjanjikan Dari Bisnis Rumah Makan
Harga Peluang Usaha – Memiliki bisnis yang sesuai dengan hobi kita merupakan kesenangan kita sendiri, disamping kita dapat menyalurkan hobi kita juga mendapat penghasilan dari bisnis tersebut. Salah satu bisnis yang menjanjikan dan pasarnya yang jelas adalah bisnis masakan.
untuk anda yang hobi akan masak-memasak atau mengolah makanan ini merupakan potensi yang sangat baik, tak perlu takut akan persaingan asalkan pandai menjaga cita rasa dan pelayanan, publikasi yang baik maka keuntungan bisa anda raup.
sebelum mememulai berikut rahasia membuka peluang usaha dari sektor makanan / restoran :
Pertama:
Ketika anda membuka usaha masakan/restoran maka cita rasa adalah hal pertama yang harus anda perhatikan, disamping rasanya yang lezat maka restoran anda harus mempunyai cita rasa yang unik.
Kedua:
Mulailah usaha anda dari yang sederhana dan gampang dikerjakan terlebih dahulu.
Ketiga:
Perhatikan pasar dan saingan anda, apa yang mereka jual dan apa saja keinginan pasar tentang menu masakan anda.
Keempat:
Kalaupun sudah ada bisnis makanan yang serupa, anda harus berani membuat inovasi baru untuk restoran anda.
Kelima:
Memberi harga pada menu anda harus berdasarkan riset, baik itu dari kualitas masakan ataupun rata-rata tingkat kempuan ekonomi dari konsumen anda
Keenam:
Pelayanan yang ramah dan cepat. Harga dari peluang usaha ini terletak pada cita rasa dan pelayanan .
Ketujuh:
Kebersihan harus menjadi prioritas utama. Restoran anda nantinya wajib terlihat bersih, tidak ada lalat, jangan ada debu yang menempel termasuk juga pekerja anda harus bersih.
Kedelapan:
Tambah fasilitas pendukung. Jika rata-rata konsumen anda adalah pengguna internet maka tak ada salahnya anda menambahkan fasiltas Wi-fi gratis.
Kesembilan:
Atur masalah jam buka restoran yang tepat.
Reference: http://kerockan.blogspot.com/2012/03/bisnis-menjanjikan-dari-bisnis-rumah.html
Harga Peluang Usaha – Memiliki bisnis yang sesuai dengan hobi kita merupakan kesenangan kita sendiri, disamping kita dapat menyalurkan hobi kita juga mendapat penghasilan dari bisnis tersebut. Salah satu bisnis yang menjanjikan dan pasarnya yang jelas adalah bisnis masakan.
untuk anda yang hobi akan masak-memasak atau mengolah makanan ini merupakan potensi yang sangat baik, tak perlu takut akan persaingan asalkan pandai menjaga cita rasa dan pelayanan, publikasi yang baik maka keuntungan bisa anda raup.
sebelum mememulai berikut rahasia membuka peluang usaha dari sektor makanan / restoran :
Pertama:
Ketika anda membuka usaha masakan/restoran maka cita rasa adalah hal pertama yang harus anda perhatikan, disamping rasanya yang lezat maka restoran anda harus mempunyai cita rasa yang unik.
Kedua:
Mulailah usaha anda dari yang sederhana dan gampang dikerjakan terlebih dahulu.
Ketiga:
Perhatikan pasar dan saingan anda, apa yang mereka jual dan apa saja keinginan pasar tentang menu masakan anda.
Keempat:
Kalaupun sudah ada bisnis makanan yang serupa, anda harus berani membuat inovasi baru untuk restoran anda.
Kelima:
Memberi harga pada menu anda harus berdasarkan riset, baik itu dari kualitas masakan ataupun rata-rata tingkat kempuan ekonomi dari konsumen anda
Keenam:
Pelayanan yang ramah dan cepat. Harga dari peluang usaha ini terletak pada cita rasa dan pelayanan .
Ketujuh:
Kebersihan harus menjadi prioritas utama. Restoran anda nantinya wajib terlihat bersih, tidak ada lalat, jangan ada debu yang menempel termasuk juga pekerja anda harus bersih.
Kedelapan:
Tambah fasilitas pendukung. Jika rata-rata konsumen anda adalah pengguna internet maka tak ada salahnya anda menambahkan fasiltas Wi-fi gratis.
Kesembilan:
Atur masalah jam buka restoran yang tepat.
Reference: http://kerockan.blogspot.com/2012/03/bisnis-menjanjikan-dari-bisnis-rumah.html
Senin, 07 Januari 2013
Tak Ada Yang Sempurna
Selembut apapun angin berhembus,ia pernah terbangkan abu...
Sebaik apapun manusia melangkah ia pernah lakukan salah dan kilaf.
Tak ada putih yang tak ternoda
&
Tak ada insan yang tak berdosa.
Terselip kilaf dalam “CANDA”,
Tergores luka dalam “TAWA”,
Terbersit pilu dalam “TINGKAH LAKU”,
Tersinggung rasa dalam “BERBICARA”,
Tiada kesuksesan tanpa “NIATAN”.
Jumat, 28 Desember 2012
Pencemaran Sungai
Pencemaran Sungai
Tidak diragukan Lagi bahwa yang menyebabkan pencemaran sungai adalah manusia itu sendiri..yang sembarangan membuang sampah tidak pada tempatnya. Akibat dari penumpukan sampah tersebut sehingga berdampak negatif bagi kita seperti banjir. Yang baru-baru ini terjadi di jakarta. Sepertinya masalah ini tidak akan pernah selesai dari ibukota tercinta ini. Suatu permasalahan yang belum bisa ditangani oleh pemerintah. Namun disamping itu pemerintah harus membuat kebijakan untuk perlindungan sungai , agar masyarakat tidak membuang sampah pada sungai. Usaha pencegahan harus ditunjang oleh adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sungai. Sungai yang lestari mencerminkan keserasian lingkungan hidup yang baik,sehingga tercipta lingkungan yang lestari. Dengan kebijakan tersebut semoga masyarakat sadar akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan dengan baik.
Kamis, 27 Desember 2012
Persiapan Memulai Bisnis Laundry
Laundry saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Semua ini dikarenakan banyaknya kegiatan atau aktivitas mereka, sehingga tidak sempat untuk mencuci baju sendiri.
Hal inilah yang memicu berkembang pesatnya bisnis laundry kiloan. Sekarang bisa kita lihat hampir di setiap daerah di Jakarta memiliki jasa laundry kiloan, terutama daerah padat penduduknya.
Bagi anda yang berminat untuk terjun dalam bisnis laundry. Ada beberapa tips yang bisa menjadi acuan sebelum anda memuytuskan untuk masuk di bisnis ini:
- Melakukan survey lokasi merupakan hal yang sangat penting untuk bisnis laundry. Anda bisa survey daerah tersebut apakah memiliki potensi untuk menggunakan jasa laundry. Misalnya daerah kos-kosan mahasiswa atau karyawan yang rata-rata masih single atau bisa juga perumahan.
- Cermati juga apakah ada bisnis laundry lain atau kompetitor di tempat di tempat yang anda rencanakan. Jika ada, anda harus pelajari kelebihan dan kekurangan competitor untuk bisa mengalahkannya secara sehat. Apakah itu nanti bisa melalui promo atau memberi pelayanan lebih kepada pelangan dengan harga yang lebih murah.
- Cermati juga biaya dan detail dari bisnis laundry yang akan Anda jalani, misalnya biaya listrik, air, pegawai dan peralatan yang dibutuhkan. Dan tentunya butuh berapa lama untuk bisa balik modal, dan lain sebagainya.
Reference: http://bebibluu.blogspot.com/2012/01/persiapan-memulai-bisnis-laundry.html
Langganan:
Postingan (Atom)